Ture

Posted by admin one Commented August 20 2009

Under: Karo Simalem

Sarjana antropologi barat mendefinisikan suku Batak menjadi enam kelompok yaitu toba, karo, simalungun, pakpak, angkola dan mandailing. Diantara keenam puak tersebut, walaupun terdapat perbedaan latar belakang sejarah, dan hal prinsipil lainnya namun ada beberapa kemiripan diantara mereka seperti bahasa, sistim kekerabatan, adat, dll.

Sama halnya dengan kelompok suku Batak lainnya, suku karo juga menganut sistim kekerabatan patrilineal dan membagi struktur kekeluargaannya menjadi tiga bagian atau yang biasa disebut Rakut sitelu atau Daliken sitelu(Dalihan natolu; toba). Daliken sitelu terdiri dari kelompok Kalimbubu, Senina dan anak beru. Kalimbubu ialah kelompok keluarga pemberi isteri(wife-giver), sedangkan Senina adalah kelompok yang masih berada dalam satu galur atau dari keturunan merga yg sama dan anak beru ialah kelompok keluarga yang mengambil atau menerima isteri(wife-taker). Suku karo terbagi menjadi lima merga(marga, klan) inti dan biasa disebut merga silima yaitu: Tarigan, Sembiring, Ginting, Karo-karo dan Perangin-angin. Tiap merga inti tersebut mempunya sub-sub merga lagi yang terdiri dari 15-20 sub merga.

Selengkapnya

Medan Company list

Posted by admin No Commented July 31 2009

Under: Others

Nama-nama Perusahaan/firma/toko/badan usaha di Medan periode tahun 1920-1940an:

Aer Waterleiding Mij. Medan — Ajer beresih, PDAM
Algemeen Delisch Emigratiekantoor - Medan — Migration office.
Amsterdam Handelsvereniging - Medan — Trade assosiation.
Anglo Dutch Estates Agency Ltd. - Medan
Arnhem Levensverzekering Mij - Medan — Life Insurance.
Au Bon Marche - Medan
A.V.R.O.S - Rubberplanters ter Oostkust van Sumatra Medan — Rubber Planter association.
Bachhofen & CO, R. - Medan
Barmer Export-Gesellschaft Handel Mij. Medan — Export import.
Becker & Brand, N.V. Handel Mij. Import, Export Sibolga — Export import.
Bennink & Co. Bouwkundige Medan — Architech firm
Blaaderen & Michelsen, van Assurantiebezorgers Medan — Courrier
Boer, N.V. Hotel Mij. de Koek en Banketbakker Medan — Hotel, Catering.
Borneo-Sumatra Handel Mij. Borsumij Medan
Borneo-Sumatra Handel Mij. Borsumij Siboga
Selengkapnya

Nama Jalan

Posted by admin No Commented July 31 2009

Under: Others

Berikut Nama-nama Jalan di Medan era 1940-an:
Dutch –> Indonesia

A
Achterweg - Peringgan
Adindaweg - Erna Nasution
Adolfstraat - Chintow
Amaliastraat - Sun Yat Sen
Adreaeweg - Getah
Arnhemiastraat - Pantjur Baru
Avroslaan - Wahidin

B
Ballotstraat - Djalan Delhi
Banckertlaan - Monginsidi
Beatrixlaan (zie Prises Beatrixlaan)
Benkoelanstraat - Bengkulu
Bilitonstraat - Belitung
Bontekoelaan - Imam Bonjol
Boolweg - Putri hidjau
Bothstraat - Modjopahit
Borneostraat - Kalimantan
Burgemeester Mackaylaan - Wali Kota
Selengkapnya

Street view

Posted by admin No Commented July 29 2009

Under: Old Meidan

Kartupos bercorak “Art Nouveau” ini dikirim dari Medan ke Netherlands, tahun 1907, pada masa awal demam kartupos melanda dunia termasuk di Hindia belanda waktu itu. Kartupos ini termasuk unik dikarenakan umurnya dan juga mempunyai keunikan sejarah tersendiri khususnya sejarah pers di kota Medan. Kartupos ini diterbitkan oleh J.Hallerman, seorang Jerman yang tinggal dan membuka usaha percetakan di Medan. Hallerman ikut andil dan berperan dalam industri surat kabar di Medan masa itu.

Selengkapnya

Menara Tirtanadi

Posted by admin No Commented July 5 2009

Under: Old Meidan

Menara air yang juga salah satu ikon kota Medan ini dibangun oleh N.V Waterleiding Maatschappij (Water company) “Ajer Beresih”, di tahun 1908. Sedangkan perusahaan air tersebut didirikan pada tahun 1905, untuk menjawab dan menyuplai kebutuhan air bersih penduduk kota saat itu. Namun tidak semua penduduk pribumi saat itu memakai jasa perusahaan ini, sebagian penduduk lebih memilih untuk membuat Sumur. Sampai era tahun 1980-an, masih banyak ditemui rumah-rumah di Medan yang punya sumur sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Menara ini berada di Jalan Sisingamangaraja, di persimpangan Jalan Pandu. Dalam bahasa sehari-hari kita mengenal kata ‘ledeng’ sepertinya kata ini ialah plesetan dari ‘leiding’(pipe).

Selengkapnya

Gedung Lonsum

Posted by admin No Commented July 5 2009

Under: Old Meidan

Pada akhir abad ke 19, daerah Kesawan yang tadinya hanya berupa kampung biasa lambat laun telah berubah menjadi distrik komersial dan ekonomi di kota Medan. Jalan Kesawan diramaikan dengan berdirinya beberapa kantor perusahaan dagang/perkebunan, toko/kedai, bank dan restoran. Salah satu bangunan peninggalan era kolonial dan suksesnya usaha perkebunan di Medan ialah Gedung Juliana(’Juliana gebouw’) atau yang sekarang ini lebih dikenal dengan gedung Lonsum(PT. London Sumatra Tbk).

Selengkapnya

Kesawan

Posted by admin No Commented June 20 2009

Under: Old Meidan

Photo diatas ialah Jalan Kesawan, Medan di tahun 1920-an. Di bagian tepi sebelah kanan ialah Gedung Lonsum(London Sumatra) atau Juliana building yang dibangun pada tahun 1909, bersamaan dengan lahirnya Queen Juliana. Gedung berlantai 5 dan yang pertama kali menggunakan lift pada masa itu, dulunya milik perusahaan perkebunan karet Inggris Harrison & Crosfield. Di depan gedung Juliana ialah gedung kantor perusahaan pelayaran Rotterdam’s Lloyd yang kemudian menjadi Djakarta Lloyd.

Selengkapnya

Next